Cara Menulis Berita Online yang Baik untuk Pemula
Menulis berita online sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Yang paling penting bukan membuat kalimat yang rumit, melainkan menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan mudah dipahami pembaca.
Bagi penulis pemula, tantangan biasanya muncul ketika harus menentukan informasi mana yang perlu ditulis lebih dahulu, bagaimana membuat judul, menyusun paragraf pembuka, hingga memilih kutipan narasumber.
Selama menulis dan mengelola berita untuk media online, saya menemukan satu hal yang cukup sering terjadi: penulis pemula terlalu sibuk membuat tulisan terdengar "bagus", tetapi justru lupa bahwa tugas utama berita adalah menyampaikan informasi kepada pembaca.
Karena itu, tulisan berita sebaiknya dibuat sederhana, langsung pada pokok persoalan, dan tetap memiliki informasi yang lengkap.
Berikut panduan yang bisa digunakan untuk belajar menulis berita online dari dasar.
Apa Itu Berita Online?
Berita online adalah tulisan jurnalistik yang menyampaikan informasi mengenai suatu peristiwa, kegiatan, pernyataan, atau fakta tertentu melalui media internet.
Berbeda dengan tulisan opini atau artikel personal, berita berfokus pada fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Misalnya sebuah sekolah mengadakan kegiatan pelatihan untuk guru.
Berita tidak perlu dimulai dengan pendapat penulis mengenai pentingnya pelatihan tersebut. Penulis dapat langsung menyampaikan informasi utama mengenai kegiatan, waktu pelaksanaan, peserta, tujuan, dan narasumbernya.
Semakin cepat pembaca memahami informasi utama, semakin mudah pula mereka mengikuti keseluruhan berita.
1. Pastikan Berita Memiliki Unsur 5W+1H
Sebelum mulai menulis, kumpulkan informasi berdasarkan unsur 5W+1H.
What — Apa yang terjadi?
Tentukan peristiwa atau kegiatan yang diberitakan.
Contohnya:
MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang menggelar workshop literasi digital untuk guru dan karyawan.
Who — Siapa yang terlibat?
Tuliskan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan atau peristiwa tersebut.
Misalnya:
- kepala madrasah;
- guru;
- karyawan;
- narasumber;
- peserta kegiatan.
When — Kapan terjadi?
Cantumkan waktu pelaksanaan secara jelas.
Contohnya:
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 21 September 2026.
Where — Di mana berlangsung?
Lokasi perlu ditulis agar pembaca mengetahui tempat terjadinya peristiwa.
Why — Mengapa kegiatan dilakukan?
Jelaskan alasan atau tujuan kegiatan.
How — Bagaimana kegiatan berlangsung?
Bagian ini dapat menjelaskan proses, rangkaian kegiatan, jumlah peserta, materi yang diberikan, atau informasi lain yang membantu pembaca memahami peristiwa.
Tidak semua unsur 5W+1H harus ditulis dalam satu kalimat. Unsur-unsur tersebut dapat disebarkan ke beberapa paragraf sesuai kebutuhan.
2. Gunakan Piramida Terbalik
Salah satu struktur yang umum digunakan dalam berita adalah piramida terbalik.
Informasi paling penting ditempatkan di bagian awal, kemudian diikuti informasi pendukung.
Sederhananya:
Informasi utama
↓
Informasi penting pendukung
↓
Detail tambahan
↓
Informasi pelengkap
Dengan struktur seperti ini, pembaca yang hanya membaca beberapa paragraf pertama tetap mendapatkan inti berita.
Misalnya dalam berita kegiatan sekolah, paragraf pertama dapat langsung menjelaskan kegiatan yang dilakukan, kapan berlangsung, dan siapa yang terlibat.
Penjelasan mengenai tujuan kegiatan, materi, suasana acara, atau informasi tambahan dapat diberikan pada paragraf berikutnya.
3. Buat Judul yang Jelas
Judul merupakan bagian pertama yang biasanya dilihat pembaca.
Karena itu, judul sebaiknya memberi gambaran mengenai isi berita tanpa membuat pembaca merasa ditipu.
Misalnya:
MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang Gelar Workshop Literasi Digital untuk Guru dan Karyawan
Judul tersebut langsung memberikan informasi mengenai:
- siapa yang melakukan;
- apa kegiatannya;
- siapa pesertanya.
Hindari judul yang terlalu umum seperti:
Kegiatan Menarik di Jatilawang
Judul tersebut tidak memberikan informasi yang cukup kepada pembaca.
Untuk pembahasan lebih lengkap, nantinya artikel ini akan terhubung dengan artikel Cara Membuat Judul Berita yang Menarik tetapi Tidak Clickbait.
4. Tulis Lead yang Informatif
Lead atau teras berita merupakan paragraf pembuka.
Bagian ini sangat penting karena menjadi pintu masuk pembaca ke dalam berita.
Lead sebaiknya langsung menyampaikan informasi terpenting.
Contoh:
JATILAWANG – MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang membekali guru dan karyawan dengan keterampilan desain grafis dan editing video melalui Workshop Literasi Digital, Senin (21/9/2026).
Pembaca langsung mengetahui siapa yang melakukan kegiatan, apa kegiatannya, dan kapan kegiatan berlangsung.
Tidak perlu memulai berita dengan kalimat yang terlalu panjang atau penuh basa-basi.
Hindari pembukaan seperti:
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan perubahan zaman yang begitu cepat, kemampuan digital menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia...
Kalimat tersebut memang terdengar formal, tetapi pembaca belum mendapatkan informasi mengenai berita yang sebenarnya.
Untuk berita, lebih baik langsung menuju inti.
5. Gunakan Kalimat yang Efektif
Berita online sebaiknya menggunakan kalimat yang sederhana dan mudah dipahami.
Bandingkan dua kalimat berikut.
Kurang efektif:
Dalam rangka untuk meningkatkan serta memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para guru dan karyawan terkait dengan pentingnya kemampuan dalam bidang digital, madrasah kemudian melaksanakan kegiatan workshop.
Lebih efektif:
Madrasah menggelar workshop untuk meningkatkan keterampilan digital guru dan karyawan.
Kalimat kedua lebih pendek dan langsung menyampaikan informasi.
Menulis singkat bukan berarti menghilangkan informasi penting. Justru informasi menjadi lebih mudah dipahami ketika kalimat tidak dipenuhi kata-kata yang tidak diperlukan.
6. Masukkan Kutipan Narasumber
Kutipan membuat berita memiliki sumber informasi yang jelas sekaligus memberikan suara kepada pihak yang terlibat.
Misalnya:
Kepala madrasah mengatakan pelatihan tersebut diharapkan membantu guru meningkatkan kemampuan membuat materi pembelajaran digital.
Kemudian dapat dilanjutkan dengan kutipan langsung:
"Guru tidak hanya perlu mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya untuk mendukung pembelajaran," katanya.
Kutipan sebaiknya benar-benar berasal dari narasumber.
Jangan mengubah pernyataan narasumber menjadi kutipan langsung jika kalimat tersebut tidak pernah disampaikan.
Jika kalimat harus disederhanakan, gunakan kutipan tidak langsung.
7. Jangan Memasukkan Opini Penulis
Salah satu perbedaan antara berita dan opini adalah posisi penulis.
Dalam berita, penulis menyampaikan fakta dan keterangan dari sumber.
Contohnya:
Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta.
Ini merupakan informasi faktual jika memang berdasarkan data yang diperoleh.
Sementara kalimat:
Kegiatan tersebut sangat luar biasa dan pasti akan memberikan dampak besar bagi madrasah.
merupakan penilaian.
Jika narasumber mengatakan kegiatan tersebut memberikan dampak besar, tuliskan sebagai pernyataan narasumber.
Misalnya:
Kepala madrasah menilai kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan digital guru.
Dengan demikian, pembaca dapat membedakan fakta, pernyataan narasumber, dan pendapat penulis.
8. Gunakan Data yang Jelas
Berita akan lebih kuat jika dilengkapi data.
Misalnya:
- jumlah peserta;
- tanggal kegiatan;
- lokasi;
- jumlah program;
- nama narasumber;
- jumlah penerima manfaat;
- nilai anggaran jika relevan;
- hasil kegiatan.
Namun, jangan memasukkan angka hanya untuk membuat berita terlihat lebih lengkap.
Pastikan setiap data memiliki sumber yang jelas.
Jika belum mengetahui jumlah peserta, jangan menebak.
Lebih baik menulis berdasarkan informasi yang benar-benar diperoleh daripada membuat angka yang terlihat meyakinkan tetapi tidak dapat dipertanggungjawabkan.
9. Susun Informasi dari yang Terpenting
Setelah lead, lanjutkan dengan informasi pendukung.
Misalnya struktur sederhana berita kegiatan:
Paragraf 1: inti kegiatan.
Paragraf 2: waktu dan tempat.
Paragraf 3: tujuan kegiatan.
Paragraf 4: keterangan narasumber.
Paragraf 5: rangkaian kegiatan.
Paragraf 6: kutipan tambahan.
Paragraf 7: informasi penutup.
Dengan struktur seperti ini, berita tidak terasa seperti laporan kegiatan yang sekadar memindahkan seluruh susunan acara ke dalam bentuk artikel.
10. Hindari Mengulang Informasi
Kesalahan yang cukup sering terjadi dalam berita pemula adalah mengulang informasi yang sama.
Misalnya paragraf pertama sudah menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung pada Senin.
Paragraf kedua kembali mengatakan:
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin tersebut...
Jika informasi tersebut tidak memberikan tambahan berarti, kalimat bisa dibuat lebih ringkas.
Setiap paragraf idealnya membawa informasi baru.
11. Jangan Membuat Berita Terlalu Bertele-tele
Berita online dibaca di layar ponsel.
Karena itu, paragraf yang terlalu panjang dapat membuat pembaca cepat lelah.
Gunakan paragraf pendek dan pisahkan informasi berdasarkan gagasan.
Satu paragraf dapat berisi satu gagasan utama.
Namun, jangan pula memotong setiap kalimat menjadi paragraf hanya demi terlihat pendek.
Yang dicari adalah keseimbangan antara kenyamanan membaca dan kelengkapan informasi.
12. Periksa Fakta Sebelum Berita Dipublikasikan
Sebelum menekan tombol "publish", lakukan pemeriksaan terakhir.
Pastikan:
- nama orang sudah benar;
- jabatan sudah benar;
- tanggal dan hari sesuai;
- lokasi benar;
- angka sesuai sumber;
- nama lembaga benar;
- kutipan sesuai pernyataan narasumber;
- foto sesuai dengan kegiatan;
- tidak ada informasi yang dibuat-buat.
Kesalahan kecil pada nama atau jabatan dapat mengurangi kepercayaan pembaca terhadap sebuah media.
Karena itu, proses editing bukan sekadar memperbaiki typo.
Editing juga berarti memeriksa kembali kebenaran informasi.
Contoh Struktur Berita Online
Sebagai gambaran sederhana, berita kegiatan dapat disusun seperti berikut:
Judul:
MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang Gelar Workshop Literasi Digital untuk Guru dan Karyawan
Lead:
JATILAWANG – MTs Ma'arif NU 1 Jatilawang membekali guru dan karyawan dengan keterampilan desain grafis dan editing video melalui Workshop Literasi Digital, Senin (21/9/2026).
Paragraf kedua:
Jelaskan tempat kegiatan, peserta, narasumber, dan tujuan kegiatan.
Paragraf ketiga:
Jelaskan materi atau rangkaian kegiatan.
Paragraf keempat:
Masukkan pernyataan narasumber.
Paragraf berikutnya:
Tambahkan informasi pendukung yang masih relevan.
Dengan pola tersebut, penulis tidak perlu bingung menentukan apa yang harus ditulis terlebih dahulu.
Checklist Sebelum Berita Dipublikasikan
Sebelum menerbitkan berita, coba jawab pertanyaan berikut:
☐ Apakah judul sudah jelas?
☐ Apakah lead langsung menyampaikan inti berita?
☐ Apakah unsur 5W+1H sudah terpenuhi?
☐ Apakah sumber informasi jelas?
☐ Apakah kutipan sesuai dengan pernyataan narasumber?
☐ Apakah nama dan jabatan sudah benar?
☐ Apakah data sudah diverifikasi?
☐ Apakah ada kalimat yang sebenarnya tidak diperlukan?
☐ Apakah setiap paragraf memberikan informasi baru?
☐ Apakah berita mudah dibaca melalui ponsel?
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut sudah terjawab, berita Anda sudah memiliki fondasi yang cukup baik.
FAQ
Apa yang harus ditulis pertama kali dalam berita?
Mulailah dengan informasi paling penting mengenai peristiwa. Dalam banyak kasus, informasi tersebut mencakup apa yang terjadi, siapa yang terlibat, serta kapan atau di mana peristiwa berlangsung.
Apakah berita harus menggunakan 5W+1H?
5W+1H merupakan panduan penting untuk memastikan informasi utama dalam berita tidak terlewat. Namun, unsur tersebut tidak harus ditulis secara kaku dalam satu paragraf.
Berapa paragraf berita yang baik?
Tidak ada jumlah paragraf yang berlaku untuk semua berita. Panjang berita bergantung pada kompleksitas peristiwa dan jumlah informasi yang relevan. Yang terpenting, berita tidak terlalu pendek hingga kehilangan informasi penting dan tidak terlalu panjang karena informasi yang berulang.
Apakah berita online harus menggunakan bahasa formal?
Berita sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia yang jelas, efektif, dan sesuai kaidah jurnalistik. Formal tidak berarti harus menggunakan kalimat yang rumit.
Apakah judul berita boleh dibuat untuk SEO?
Boleh. Namun, optimasi SEO sebaiknya tidak membuat judul kehilangan kejelasan atau menyesatkan pembaca. Judul tetap harus menggambarkan isi berita.
Penutup
Menulis berita yang baik bukan tentang membuat tulisan terlihat rumit.
Justru semakin jelas informasi yang disampaikan, semakin mudah pembaca memahami berita tersebut.
Mulailah dengan mengumpulkan fakta, menentukan informasi utama, membuat lead yang kuat, menyusun berita menggunakan piramida terbalik, memasukkan kutipan yang akurat, dan melakukan pemeriksaan fakta sebelum publikasi.
Setelah terbiasa, kemampuan menulis berita akan berkembang melalui praktik.
Tidak perlu menunggu sampai merasa menjadi penulis yang sempurna. Tulis, baca kembali, perbaiki, dan ulangi.
Itulah salah satu cara paling sederhana untuk menjadi penulis berita yang lebih baik.


