Menurut Keyakinan Saya, Menulis Adalah Cara Terbaik untuk "Mbuang Sebel"
![]() |
| Ini foto keyboard laptop-e Mas Puji di konternya dulu. Foto diambil dengan kamera smartphone Andromax A tahun 2016. |
Setiap orang punya cara tersendiri untuk mengobati pikiran yang sedang ruwet atau perasaan yang sedang berantakan. Ada yang memilih untuk pergi jalan-jalan ke pantai atau naik gunung, ngopi di kafe, atau cukup dengan rebahan sambil scroll media sosial melihat video random sampai terlelap.
Kalau menurut keyakinan saya? Cara yang paling ampuh untuk "mbuang sebel" atau membuang rasa kesal itu adalah dengan menulis. Ya menulis, menulis apa saja yang ingin ditulis.
Bagi saya, mengetik adalah cara paling murah dan masuk akal (alih-alih karena memang tak punya uang untuk pergi pelesiran atau membayar kopi yang harganya puluhan ribu) untuk menenangkan diri saat isi kepala ini sudah terlalu full dengan hal-hal keduniaan.
Oke, mari kita mundur sejenak ke tahun 2016. Jauh sebelum saya berani membeli domain ahyar.web.id di tahun 2022, dan jauh sebelum saya terbiasa menulis dengan struktur 5W+1H untuk www.nubanyumas.com atau jateng.nu.or.id.
Pada waktu itu, ponsel pintar saya adalah Smartfren Andromax A, layarnya hanya 4,5 inci dan RAM 1GB, namun jaringannya sudah 4G LTE. Kameranya kalau tidak salah 5MP dan memakai sistem Android 5 atau Lollipop.
Lewat smartphone itulah kemudian saya membuat blog untuk yang pertama kalinya dengan alamat kifayatulahyar.blogspot.com. Blog itu masih ada sampai sekarang dan tak akan pernah saya hapus sampai kapan pun. Saran saya Anda jangan berkunjung, karena isinya tidak karuan blas.
BACA JUGA: Terdengar Konyol Ya, Aku Ngeblog Lagi di Tahun 2026
Karena waktu itu saya tidak peduli sama sekali tentang jumlah pengunjung atau aturan mesin pencari Google. Intinya jika pikiran sedang jenuh, sebel pada keadaan, atau ada pendapat yang ingin saya sampaikan, saya membuka notepad di ponsel Smartfren itu, kemudian menulis sebombonge, terbitkan, lalu membacanya sendirian. Selesai.
Siapa sangka, dari kebiasaan menulis itu insting saya mulai terbentuk. Ponsel Smartfren dan blog gratisan itu diam-diam melatih saya menyusun kegelisahan menjadi sebuah tulisan yang utuh atau menulis berita dengan prinsip ketat 5W+1H. Pendek kata, menulis di blog secara tak langsung membuat saya jadi terbiasa merangkai kata atau melatih saya untuk menulis dengan begini dan begitu.
Sampai saat aku menulis tulisan ini, sepuluh tahun kemudian, cara itu tidak pernah berubah. Ketika pikiran putek, perasaan tak jelas, maka menulis menjadi cara yang paling sederhana untuk tetap waras.
Jadi, mari kita buat kesepakatan saja teman-teman. Jika ke depannya teman-teman melihat saya sangat sering update tulisan di blog ini, artinya sedang banyak hal menyebalkan yang sedang aku rasakan, hehehe.
Sekian...
